Strategy Management PT Telkom tbk

  1. Strategic Management

    Group Assignment

    PT  TELEKOMUNIKASI  INDONESIA, Tbk

     

    Group 1

    Faid Lurrohman                      (107401671)

    Deby Sanjaya                          (109400403)

    Fadhila Dina Kartika              (109400169)

    Novalia Chindarella Siboro     (109400036)

    Wiwin Martinih                       (109400440)

    Zulvi Rosli Putra                     (109400049)

     

    MBTI KELAS A
    INSTITUT MANAJEMEN TELKOM

    2012

    I.       Company Profile

    1. 1.      History

Tahun 1975 merupakan awal perjalanan usaha PT Infomedia Nusantara menjadi perusahaan pertama penyedia layanan informasi telepon di Indonesia. Di bawah subdivisi Elnusa GTDI dari anak perusahaan Pertamina, Infomedia telah menerbitkan Buku Petunjuk Telepon Telkom Yellow Pages.

Perkembangan yang tercatat selanjutnya adalah berdirinya PT Elnusa Yellow Pages di tahun 1984 yang berubah nama di tahun 1995 menjadi PT Infomedia Nusantara pada saat PT Telkom Tbk menanamkan investasi. Untuk mendukung implementasi Good Coorporate Governance dalam setiap aspek kegiatan perusahaan, Infomedia telah mengeluarkan kebijakan pedoman tata kelola perusahaan di tahun 2008.

Pada tanggal 30 Juni 2009 PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) melalui PT Multimedia Nusantara (Metra), anak perusahaan yang 99,99% milik Telkom (selanjutnya disebut Telkom Group) telah menandatangani Shares Sales & Purchase Agreement (SPA) untuk membeli 49% saham PT Infomedia Nusantara (Infomedia) milik PT Elnusa Tbk (Elnusa), sehingga 100% saham PT Infomedia Nusantara telah dimiliki oleh Telkom Group.

Saat ini, Infomedia, sesuai dengan visinya menjadi penyedia jasa layanan informasi yang utama dikawasan regional telah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan visi tersebut dengan mengoptimalkan kompetensi untuk mengambil opportunity dalam pengembangan bisnis kedepan melalui transformasi bisnis dari 3 Pilar Bisnis (Layanan Direktori, Layanan Contact Center dan Layanan Konten) menuju Layanan Outsourcing atau Business Process Outsourcing (BPO) dan Layanan Konten Digital atau Digital Rich Content (DRC).

Layanan Outsourcing atau Business Process Outsourcing (BPO) didefinisikan sebagai  bisnis penyediaan jasa alih-daya (outsourcing) oleh pihak ketiga bagi perusahaan untuk satu atau beberapa fungsi bisnis dalam jangka panjang (multi year contract). Bisnis Layanan Outsourcing (BPO) yang telah dijalani Infomedia saat ini berbasis layanan voice yaitu Layanan Contact Center baik untuk inbound maupun outbound dan non voice seperti direct mail dan web development. Namun saat ini Infomedia telah membagi bisnis Layanan Outsourcing (BPO) kedepannya dalam empat kelompok berdasarkan basis layanan yaitu: Contact Center Services, HR Services, IT Services dan Direct Mail.

Sedangkan pengembangan bisnis Layanan Konten Digital (DRC) didasarkan oleh semakin berkembangnya kebutuhan informasi yang semakin cepat dan mobile, perubahan gaya hidup   dan perkembangan teknologi yang sangat pesat. Infomedia membagi bisnis DRC dalam 3 bagian, yaitu; printed (Yellow Pages, White Pages & Special Directory ) , mobile (mobile application, SMS) dan online (online ade-commerce, membership).

Keseluruhan produk dan layanan Infomedia merupakan komitmen perusahaan dalam memberikan solusi layanan informasi dan komunikasi yang prima bagi customer dan masyarakat di Indonesia.

 

  1. 2.      Vision & Mission
  • Visi

Menjadi Perusahaan multimedia terkemuka di Indonesia.

  • Misi
  1. Memaksimalkan “Nilai Perusahaan” melalui ekspansi dan pengembangan portofolio usaha di bidang adjacent industries telekomunikasi
  2. Menajdi perusahaan holding strategis demi pertumbuhan tinggi dan sinergi melalui anak-anak perusahaan dan unit bisnis strategis
  3. Menjadi Kontributor pendapatan bagi perusahaan-perusahaan multimedia di Indonesia

 

  1. 3.      Product                                                                                 

Produk dan Layanan

Sebagai perusahaan penyelenggara layanan TIME, Telkom berkomitmen untuk terus melakukan inovasi produk dan layanan di sektor-sektor di luar telekomunikasi. Kami menciptakan produk dan layanan yang mampu mengantisipasi perkembangan konten (content) dan perangkat (device), baik itu smartphone, PC (Personal Computer) atau tablet, yang sangat pesat. Selain itu, inovasi Kami juga dikembangkan dengan menggabungkan komunikasi suara, layanan data via internet dan IPTV dalam satu paket yang Kami sebut Triple Play. Produk dan layanan inovatif ini sangat berbeda dari kompetitor Kami sehingga memberikan keunggulan bagi Telkom dalam hal Time to Market dan memposisikannya sebagai perusahaan yang prestisius di tahun-tahun yang akan datang. Kreativitas ini pula yang mendorong evolusi besar dalam tubuh Telkom yang terefleksi dalam program transformasi yang telah dimulai sejak penghujung tahun 2009.

Namun untuk mengantisipasi dinamika bisnis telekomunikasi yang semakin pesat, Telkom berdasarkan Peraturan Perusahaan Perseroan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. No.PD.506 tahun 2011 tentang Pohon Produk mensinergikan seluruh produk, layanan dan solusinya, mulai dari produk dan layanan legacy hingga new wave, dan mengelompokkannya ke dalam sejumlah kegiatan usaha sebagaimana berikut ini:

 

1.   Telekomunikasi

  1. Sambungan Telepon Kabel Tidak Bergerak

Plain Old Telephone Services (‘POTS’) merupakan layanan telefoni dasar pada sambungan telepon kabel.

Layanan Telepon Tetap Bernilai Tambah (VAS Fixed Wireline) merupakan fasilitas layanan bernilai tambah yang dihadirkan satu paket dengan produk inti Kami untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Layanan Intelligent Network (IN) atau Jaringan Pintar Teknologi Informasi (“JAPATI”) merupakan arsitektur jaringan layanan berbasis teknologi informasi yang terhubung dengan sistem sentral dan jaringan telekomunikasi Telkom. Pelanggan jasa JAPATI dapat menikmati layanan FreeCall, Personal FreeCall, Split Charging, UniCall, VirtualNet, PremiumCall, VoteCall dan VoteFree.

Layanan Session Initiation Protocol (SIP) adalah layanan berbasis teknologi IP Multimedia Subsystem (IMS) yang memadukan teknologi nirkabel dan kabel untuk melayani jasa voice dan data.

  1. Sambungan Telepon Nirkabel Tidak Bergerak

Layanan Prabayar merupakan jasa sambungan telepon yang dapat dinikmati pelanggan dengan membeli nomor perdana dan voucher isi ulang agar dapat menggunakan jasa telekomunikasi yang diinginkan.

Layanan Pascabayar merupakan layanan telepon dengan sistem pembayaran yang ditagihkan pada pelanggan di akhir bulan atas jasa telekomunikasi yang digunakan pada bulan sebelumnya.

  1. Seluler

Telkom melayani jasa komunikasi seluler melalui Anak Perusahaan, Telkomsel, yang memanfaatkan teknologi GSM dan frekuensi 3,5G. Layanan seluler masih menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan konsolidasi Perusahaan.

Produk dan layanan seluler yang ditawarkan oleh Telkomsel dibagi ke dalam dua model, yaitu layanan pascabayar yang disajikan melalui produk kartuHALO, serta layanan prabayar yang disajikan melalui produk simPATI dan Kartu As. Diferensiasi dari ketiga produk tersebut adalah sebagai berikut:

    • kartuHALO hingga kini masih tercatat sebagai layanan komunikasi seluler pascabayar yang paling banyak digunakan sejak diperkenalkan pertama kali pada tahun 1995. Pelanggan kartuHALO pada akhir tahun 2011 mencapai 2,2 juta, atau setara dengan pangsa pasar sebesar 53,4% dari total pelanggan seluler pascabayar yang ada di Indonesia.
    • simPATI adalah produk prabayar yang tersedia dalam bentuk voucher perdana dan isi ulang dengan fitur canggih dan lengkap dengan harga terjangkau pada waktu off-peak.
    • Kartu As adalah inovasi layanan seluler terakhir dari Telkomsel untuk jenis prabayar dengan tarif yang dihitung per detik pemakaian. Kartu As ini menargetkan segmen pengguna muda.

 

  1. Jasa Layanan Internet (Narrowband & Broadband)

Layanan Dial-Up merupakan jasa akses internet yang memanfaatkan jaringan telepon biasa dan modem dial up, pelanggan diharuskan berlangganan ke Internet Service Provider (“ISP”) tertentu atau melakukan akses internet ke Telkomnet Instan.

Flexi Net merupakan layanan akses internet yang menggunakan jaringan TelkomFlexi.

Jasa Penyewaan Port (Port Wholesale) melayani penyewaan Port Remote Access Server bagi penyelenggara jasa internet, penyelenggara jasa konten (Content Service Provider/CSP), dan korporat untuk kemudian diperjualbelikan kepada pelanggan.

Metro I-net merupakan solusi jaringan data berkapasitas tinggi dan berbasis Internet Protocol (”IP”) atau Ethernet yang menjamin fleksibilitas, kemudahan dan keefektifan serta jaminan kualitas untuk segmen pelanggan bisnis dan residensial.

Astinet melayani akses Internet dengan menggunakan Gateway Internet default dan IP Address publik milik Telkom untuk saluran komunikasi tetap atau dedicated selama 24 jam sehari.

Broadband Internet melayani akses Internet secara dedicated dengan kecepatan di atas 384 kbps.

Hotspot/Wi-Fi merupakan solusi akses nirkabel Intranet dan Internet bagi pelanggan layanan data bergerak pada area tertentu dengan memanfaatkan alat bayar Telkom, alat bayar ISP lain (roaming) maupun secara bulk dengan peralatan Customer Premises Equipment berbasis teknologi Wi-Fi.

IP Transit melayani jasa interkoneksi ke global internet dengan memanfaatkan fitur Full Route BGP Internet dan blok IP serta Autonomous System (“AS”) Pelanggan (Non Telkom) dengan rasio bandwidth 1:1 dari CPE hingga ke upstream Telkom.

  1. Layanan Jaringan

Sirkit Langganan merupakan bentuk jasa jaringan transmisi terestrial unregulated yang menghubungkan 2 (dua) titik terminasi antar Point of Presence (“POP”) dedicated untuk digunakan secara eksklusif dengan kapasitas kanal transmisi yang simetris.

IPLC (International Private Leased Channel) merupakan saluran telekomunikasi terestrial yang disewakan secara dedicated untuk memfasilitasi komunikasi voice, data, video dan layanan telekomunikasi lainnya yang dilakukan oleh pelanggan di Indonesia dengan pelanggan telekomunikasi di negara lain atau sebaliknya, sesuai dengan kewenangan pelanggan berdasarkan regulasi yang berlaku.

VPN Backhaul adalah suatu node yang berada di jaringan Virtual Private Network (“VPN”) yang berfungsi sebagai pusat dari node-node lainnya.

ADSL Link/EBIS ESP merupakan saluran akses pelanggan berbasis teknologi Asymetric Digital Subscriber Line guna menyediakan akses internet yang disewakan kepada penyelenggara jasa internet selain Telkom.

Jasa Satelit melayani sewa bandwidth transponder satelit dan/atau produk turunannya yang memanfaatkan satelit milik Telkom atau satelit pengganti.

  1. Jasa Komunikasi Data

ISDN PRA adalah jaringan digital untuk memfasilitasi layanan telekomunikasi multimedia, yang menggunakan bandwidth yang lebih lebar dan sistem digital dari terminal ke terminal untuk melayani komunikasi suara, data dan video serta dengan kecepatan, kualitas dan kapasitas tinggi melalui satu saluran. Jaringan ini berkapasitas total 1.984 kbps, yang terdiri dari 30B+D64, dan dapat digunakan untuk menghubungkan PABX, dari komputer mainframe ke jaringan PASOPATI, dan hubungan antar Local Area Network (“LAN“).

DINA Access merupakan layanan komunikasi dengan akses dedicated untuk melayani interkoneksi antar LAN dan layanan multimedia yang kecepatannya dapat disesuaikan permintaan pelanggan, mulai dari 64 hingga 2.084 Kbps.

VPN merupakan jaringan pribadi yang menggunakan media seperti internet untuk menghubungkan remote site secara aman.

Global Datacom adalah bentuk layanan komunikasi data bagi pelanggan korporasi yang menghubungkan kantor pusat dengan cabang atau kliennya di berbagai negara di dunia. Telkom bekerja sama dengan mitra global melalui Telin dalam menyediakan layanan ini.

Metro Link adalah bentuk layanan konektivitas berbasis jaringan Metro yang melayani point to point, point to multipoint dan multipoint to multipoint.

VAS Datacom memberikan fasilitas tambahan yang menawarkan nilai tambah bagi pelanggan komunikasi data.

  1. Layanan Interkoneksi dan Intercarrier

Interkoneksi Transit adalah bentuk jasa penyaluran panggilan interkoneksi dari penyelenggara komunikasi asal kepada penyelenggara tujuan dengan memanfaatkan jaringan tetap Telkom.

Interkoneksi Terminasi adalah bentuk layanan pengakhiran panggilan interkoneksi pada jaringan Telkom dari penyelenggara telekomunikasi domestik lainnya.

Layanan berbasis Signalling ditawarkan kepada penyelenggara lain melalui jaringan signalling Telkom, baik domestik maupun internasional.

Interkoneksi Originating merupakan layanan pembangkitan panggilan interkoneksi yang ditawarkan jaringan penyelenggara asal.

Akses Jasa Telkom disediakan oleh penyelenggara layanan telekomunikasi lain untuk layanan, seperti akses Sambungan Langsung Jarak Jauh (“SLJJ”) dan Sambungan Langsung Internasional (“SLI”) 007.

Terminasi Internasional adalah layanan pengakhiran panggilan oleh Mitra Internasional pada jaringan Telkom.

VAS Interkoneksi adalah layanan bernilai tambah antara lain Telkom Free, Telkom Split Charging, Telkom Vote, Telkom Uni, Telkom Premium, dan call center dari penyelenggara jasa melalui jaringan Telkom.

 

 

  1. Sarana Penunjang

Layanan mekanikal dan elektrikal (“ME”) menyediakan sarana pasokan listrik AC milik Telkom bagi mitra penyelenggara.

Layanan Non ME menyediakan sarana penunjang milik Telkom untuk mitra penyelenggara antara lain berupa ruangan, lahan, kolokasi, Integrasi Grounding, Tower, Duct, Roof Top, dan Jalan Akses.

CPE adalah perangkat yang digunakan oleh pelanggan Telkom sebagai pelengkap dari penyelenggara telekomunikasi dan terletak di tempat pelanggan.

2.   Layanan Teknologi Informasi (“TI”)

  1. Managed Application & Performance/ITO

Cloud Based Managed Services yang berbasis aplikasi client server mendukung layanan cloud computing yang dapat diakses pelanggan melalui jaringan internet.

Server Based Managed Services yang berbasis server yang diakses oleh pelanggan melalui layanan internet atau aplikasi khusus lain sebagai client.

IT Consulting merupakan layanan konsultasi TI yang terdiri dari pekerjaan pengembangan sistem/aplikasi, Blueprint/MasterPlan TI atau perancangan dokumen strategis lainnya

  1. E-Payment/Payment Service

Billing Payment adalah layanan yang memudahkan proses transaksi pembayaran bagi pelanggan jasa atau barang kepada perusahaan penyedia jasa seperti PLN, Telkom, PDAM, PJKA, dan lain-lain melalui jasa yang disediakan collection agent di antaranya bank, koperasi, BPR, convenience store, dan lain-lain sehingga tidak harus mendatangi perusahaan bersangkutan.

Remittance adalah layanan pengiriman uang di mana pengirim dan penerima dana tidak harus memiliki rekening di bank namun harus memiliki perangkat seluler untuk menerima notifikasi.

E-Money melayani penyimpanan uang pelanggan/penggunaannya secara elektronik dalam suatu media (handphone, kartu prabayar, atau suatu rekening virtual yang dapat diakses melalui media internet) untuk melakukan transaksi secara elektronik.

E-Voucher atau Telkom Voucher merupakan single voucher yang diterbitkan Telkom yang berfungsi untuk membeli layanan atau mengisi pulsa layanan milik Telkom Group, seperti Kartu As, simPATI dan Flexi Trendy, layanan prabayar TelkomVision dan Speedy Hotspot.

  1. IT enabler Services (“ITeS”)

Business Process Outsourcing (“BPO”) merupakan layanan berbasis kontrak untuk mengelola/menjalankan beberapa proses perusahaan pelanggan.

Knowledge Process Outsourcing (“KPO”) merupakan layanan BPO untuk proses bisnis yang memerlukan kompetensi khusus untuk pengelolaannya.

  1. Network Centric VAS

Data & Telephony merupakan layanan data dan telepon berbasis TI yang menawarkan nilai tambah bagi pelanggan layanan konektivitas.

Security merupakan layanan security berbasis TI yang bernilai tambah bagi pelanggan layanan konektivitas.

Server & Storage merupakan layanan server & storage berbasis TI yang bernilai tambah bagi pelanggan layanan konektivitas.

  1. Jasa Integrasi

Jasa Integrasi Jaringan & Piranti Keras memadukan dan menyediakan perangkat konektivitas di lokasi pelanggan (CPE).

Jasa Integrasi Aplikasi dan Piranti Lunak memadukan dan menyediakan seluruh sistem yang diperlukan untuk mengintegrasikan dua atau lebih aplikasi/piranti lunak/sistem.

Jasa Integrasi Computing Hardware memadukan sistem yang menggabungkan seluruh perangkat komputasi yang diperlukan untuk membantu sistem informasi bagi pelanggan.

3.   Media & Edutainment

  1. Konten

Musik adalah konten yang disajikan dalam berbagai bentuk, baik unsur lagu atau melodi, syair, dan lirik serta aransemen musiknya yang merupakan karya seni seseorang atau lebih.

Berita adalah konten yang memberitakan suatu kejadian atau peristiwa pada waktu dan tempat tertentu.

Sport adalah konten mengenai informasi seputar olahraga yang disajikan dalam bentuk teks, video, dan multimedia.

Edukasi adalah konten terkait dunia pendidikan yang bertujuan untuk mencerdaskan bangsa dengan mengedepankan metode pembelajaran yang menarik.

Permainan (Game) adalah konten yang diakses oleh pengguna sebagai bentuk hiburan ataupun alat pembelajaran dengan karakteristik di antaranya skill game, Mass Multiplayer Online (“MMO”), sport game, board game dan sebagainya.

Anti Virus adalah konten yang berisi perangkat lunak untuk mendeteksi dan menghapus virus dari sistem komputer.

  1. Portal

E-Commerce merupakan portal yang memfasilitasi transaksi secara elektronik oleh pihak ketiga atau jajaran Telkom Group, terdiri dari aktivitas penjualan, delivery, layanan pelanggan dan pembayaran.

E-Store adalah portal yang memfasilitasi penjualan konten atau aplikasi yang dapat diunduh secara langsung ke perangkat mobile atau web, seperti game, aplikasi, musik, dan sebagainya, yang disediakan secara berbayar maupun gratis.

Community adalah portal komunitas yang menyediakan konten yang dapat menarik minat komunitas tertentu baik dalam bentuk berita, video, user generated content, artikel tertentu, dan sebagainya.

On Device Portal merupakan portal yang dipasang di perangkat mobile guna memfasilitasi penggunanya dalam memilih, membeli dan menggunakan konten mobile dan layanan.

  1. Media

Pay TV adalah layanan TV berbayar yang disediakan melalui satelit atau kabel dengan sajian berupa konten premium seperti berita, sport, hiburan dan lain-lain.

Over the Top TV (“OTT TV”) adalah layanan TV yang dapat diakses oleh pelanggan melalui jaringan internet.

Advertisement merupakan layanan promosi komersial untuk produk atau jasa milik pihak ketiga yang disediakan melalui media digital maupun cetak.

 

  1. 4.      Struktur Organisasi

Sebagai bagian dari implementasi transformasi bisnis Perusahaan menjadi penyelenggara layanan TIME, Telkom telah melakukan penataan organisasi untuk memastikan sustainable competitive growth.

Pada “tahun 2011”, Telkom telah melakukan penyesuaian tugas dan fungsi pada beberapa unit strategis yaitu:

  1. Mengubah nama Direktorat IT, Solution & Supply menjadi Direktorat IT, Solution & Strategic Portfolio menyusul penambahan fungsi Strategic Investment & Corporate Planning yang merupakan implikasi dari diintegrasikannya unit Strategic Investment & Corporate Planning ke dalam direktorat tersebut untuk mengkondisikan penyelarasan proses corporate planning & strategic investment. Kemudian agar lebih fokus pada pengelolaan IT, Service serta Strategic Planning & Strategic Portfolio, terdapat pengalihan beberapa fungsi dari direktorat ini kepada direktorat lain, yaitu pengalihan fungsi supply management yang terdiri dari supply planning & control serta supply center kepada Direktorat Compliance & Risk Management. Pengalihan fungsi ini membantu Direktorat IT, Solution & Strategic Portfolio untuk fokus pada pelaksanaan fungsinya.
  2. Penambahan fungsi supply management pada Direktorat Compliance & Risk Management dilakukan dengan tujuan untuk menyelaraskan proses supply management dengan proses compliance dan perimbangan beban kerja direktorat.
  3. Perubahan struktur organisasi Internal Audit yang diselaraskan dengan kebutuhan proses audit secara komprehensif (end to end).
  4. Penggabungan Departemen Corporate Communication dan Departemen Corporate Affair untuk memastikan proses kerja yang lebih efektif dan efisien.

 

 

 

 

 

 

Bagan Struktur Organisasi Telkom

 

 

 

Berikut ini adalah struktur organisasi Telkom yang berlaku selama tahun 2011:

 

Nama Direktorat

Fungsi dan Wewenang

Direktorat Keuangan

Fokus pada pengelolaan keuangan Perusahaan serta mengendalikan operasi keuangan secara terpusat melalui unit Finance, Billing & Collection Center.

Direktorat Human Capital & General Affair

Fokus pada manajemen SDM Perusahaan serta penyelenggaraan operasional SDM secara terpusat melalui unit Human Resources Center, serta pengendalian operasi unit: Learning Center, HR Assessment Center, Management Consulting Center dan Community Development Center.

Direktorat Network & Solution

Fokus pada pengelolaan Infrastructure Planning & Development, Network Operation Policy, dan pengendalian operasional infrastruktur melalui Divisi Infrastruktur Telekomunikasi, Divisi Access, dan Maintenance Service Center.

Direktorat Konsumer

Fokus dalam pengelolaan bisnis segmen konsumer serta pengendalian operasi Divisi Consumer Services Barat dan Divisi Consumer Services Timur serta Divisi Telkom Flexi.

Direktorat Enterprise & Wholesale

Fokus pada pengelolaan bisnis segmen Enterprise & Wholesale serta pengelolaan Divisi Enterprise Service, Divisi Business Service dan Divisi Carrier & Interconnection Service.

Direktorat Compliance & Risk Management

Fokus pada pengelolaan fungsi Risk Management, Legal dan Compliance, Business Effectiveness, Security & Safety, dan Supply Planning & Control, serta pengendalian operasi unit Supply Center.

Direktorat IT, Solution & Strategic Portfolio (IT, SSP)

Fokus pada pengelolaan IT Strategy & Policy, Service Strategy & Tariff, dan pengelolaan fungsi Strategic Investment & Corporate Planning, serta pengendalian operasi unit-unit: Divisi Multimedia, Information System Center serta R&D Center.
  1. II.    Industry Analysis                                                                                   
    1. 1.      Political & Regulation
      1. Political

Pada tahun 1999, pertama kalinya  indonesia berhasil melaksanakan pemilihan umum yang bebas untuk memilih Parlemen dan Presiden. Pada tahun 2004,  indonesia memilih secara langsung Presiden, Wakil Presiden dan Wakil rakyat di Parlemen melalui sistem pemilihan yang proporsional dengan daftar calon yang terbuka untuk pertama kalinya. Pada tingkat pemerintahan daerah, masyarakat telah melakukan pemilihan langsung terhadap kepala daerah. Pada tanggal 9 april 2009, pemilihan umum dilangsungkan untuk memilih wakil-wakil rakyat di Parlemen indonesia (termasuk wakil nasional, propinsi dan daerah). Pada bulan juli 2009, pemilihan umum presiden telah memilih kembali Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Walaupun pada bulan april dan  juli 2009, pemilihan umum dilakukan secara tertib, kampanye politik di  indonesia dapat saja menimbulkan ketidakpastian politik dan sosial di indonesia. Di masa lalu, politik dan perkembangan sosial terkait di indonesia tidak dapat di tebak dan tidak ada jaminan bahwa kerusuhan sosial dan sipil tidak akan terjadi di masa mendatang, dalam skala yang lebih luas, kerusuhan tersebut secara langsung atau tidak langsung tidak akan berdampak negatif dan material terhadap bisnis, kondisi keuangan, hasil operasional dan prospek Telkom.

Dengan kabinet dan legislatif baru, mungkin saja terjadi perubahan yang dapat berdampak terhadap peraturan, tarif telekomunikasi dan faktor lainnya, yang dapat mempengaruhi prospek usaha, persaingan dan ruang lingkup untuk menawarkan produk-produk baru atau terus menawarkan produk kami yang sudah ada. Perubahan komposisi dalam Pemerintahan juga dapat merubah kebijakan atau struktur Telkom, mengingat Pemerintah adalah pemegang saham pengendali.

 

  1. Regulation

Kerangka hukum industri telekomunikasi terdiri atas undang-undang khusus, peraturan pemerintah dan keputusan menteri yang diumumkan dan diterbitkan dari waktu ke waktu. kebijakan telekomunikasi yang berlaku saat ini pertama kali diformulasikan dan dijabarkan dalam “Cetak Biru kebijakan Pemerintah  indonesia mengenai Telekomunikasi”, yang terkandung di dalam keputusan menteri Perhubungan (menhub) no. km. 72 tahun 1999 tanggal 20  juli 1999.

Tujuan kebijakan tersebut adalah untuk:

  • Meningkatkan kinerja sektor telekomunikasi di era globalisasi;
  • Melakukan liberalisasi sektor telekomunikasi dengan struktur yang kompetitif dengan cara meniadakan monopoli;
  • Meningkatkan transparansi dan kepastian kerangka regulasi;
  • Menciptakan peluang bagi operator telekomunikasi nasional untuk membentuk aliansi strategis dengan para mitra asing;
  • Menciptakan peluang bisnis untuk badan usaha skala kecil dan menengah; dan
  • Memfasilitasi terciptanya lapangan kerja baru.

Regulasi sektor telekomunikasi yang berlaku pada saat ini berlandaskan pada Undang-undang Telekomunikasi no. 36/1999, yang berlaku efektif sejak tanggal 8 September 2000.

 

  1. 2.      Economic& Demographic
    1. Economic
  • Krisis Ekonomi

Kinerja Telkom sangat tergantung kepada kondisi ekonomi indonesia karena sebagian besar dari kegiatan operasional, aset dan pelanggan kami ada di indonesia.

Krisis ekonomi yang melanda asia Tenggara, termasuk indonesia, sejak pertengahan 1997 dampak yang dirasakan di  indonesia, antara lain, adalah penurunan nilai mata uang, pertumbuhan ekonomi yang negatif, tingkat suku bunga yang tinggi, kerusuhan sosial dan perkembangan politik yang luar biasa. Kondisi-kondisi tersebut memiliki dampak negatif terhadap usaha di indonesia. krisis ekonomi tersebut telah mengakibatkan banyaknya perusahaan di indonesia yang bangkrut, karena ketidakmampuan atau karena hal lainnya, untuk membayar hutang-hutangnya ketika jatuh tempo.

Pasar modal dan kondisi ekonomi  indonesia juga terpengaruh oleh kondisi ekonomi dan pasar di negara-negara lainnya. krisis keuangan global timbul disebabkan oleh krisis subprime Mortgage di aS pada tahun 2008 yang menyebabkan penurunan drastis dari pasar ekuitas dan komoditas di seluruh dunia, termasuk indonesia. anjloknya ekonomi dunia ini memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap ekonomi  indonesia serta mempengaruhi stabilitas pasar modal indonesia dan kawasan regional.kondisi ekonomi yang buruk ini dapat mengakibatkan menurunnya kegiatan bisnis, menurunnya pendapatan, sehingga mengurangi daya beli konsumen, yang pada akhirnya mengakibatkan penurunan akan permintaan layanan komunikasi, termasuk layanan Telkom yang pada akhirnya mempengaruhi bisnis, kondisi keuangan dan hasil operasi dan prospek Telkom. Tidak ada jaminan bahwa perbaikan kondisi ekonomi global dan regional akan terus berlanjut atau kondisi ekonomi yang buruk tidak akan terjadi lagi.

  • Fluktuasi Nilai Rupiah

Mata uang yang Telkom gunakan adalah rupiah. Salah satu penyebab utama krisis ekonomi asia dan dampaknya terhadap indonesia adalah depresiasi dan ketidakstabilan nilai mata uang rupiah yang dibandingkan terhadap mata uang lainnya, seperti Dolar aS. Walaupun nilai mata uang rupiah telah meningkat secara signifikan dari yang sebelumnya anjlok sampai sekitar Rp15.250 per Dolar AS pada bulan juli 1998, namun di masa mendatang mungkin saja ketidakstabilan yang signifikan terjadi kembali.

Sebagian besar dari pendapatan Telkom adalah dalam mata uang rupiah. Penurunan nilai rupiah terhadap Dolar AS atau mata uang asing lainnya dapat berdampak negatif terhadap Telkom. hal tersebut dapat menambah beban kami dalam pembelian perangkat, yang diakibatkan oleh kerugian nilai tukar atas pembayaran hutang dalam mata uang asing, meningkatkan hutang dalam mata uang asing menjadi rupiah dan berkurangnya penerimaan dividen dalam Dolar aS oleh pemegang saham dan pemegang saham ADS.

Tidak ada jaminan bahwa rupiah tidak akan terdepresiasi dan terus tidak stabil, kebijakan nilai tukar akan tetap sama, atau Pemerintah akan, atau mampu untuk, bertindak seperlunya untuk menjaga kestabilan, memelihara atau meningkatkan nilai mata uang rupiah dan tidak akan melakukan tindakan yang akan menurunkan nilai rupiah, atau apabila salah satu dari tindakan tersebut dilaksanakan akan berhasil. Telkom juga tidak dapat menjamin bahwa di masa mendatang pengelolaan risiko nilai tukar yang kami lakukan akan berhasil atau kami tidak akan terpengaruh oleh risiko nilai tukar.

  • Penurunan Peringkat Hutang Indonesia oleh Agen Peringkat Internasional

Sampai saat pembuatan laporan Tahunan ini, hutang jangka panjang Pemerintah dalam mata uang asing mendapat peringkat “BB+” dari Fitch ratings dan “BB-” dari Standard & Poor’s.

Peringkat ini mencerminkan penilaian dari kemampuan Pemerintah untuk membayar kewajiban dan kemampuannya untuk memenuhi komitmen keuangannya. Tidak ada jaminan bahwa peringkat tersebut tidak akan diturunkan di masa mendatang. Selain itu, krisis keuangan global telah menjadi pemicu dari evaluasi peraturan agen peringkat kredit di AS dan negara-negara lainnya. Berbeda atau lebih ketat, peraturan agen peringkat kredit dapat mengalami perubahan, termasuk penurunan atas peringkat Telkom. Penurunan ini akan memiliki dampak negatif terhadap likuiditas pasar keuangan  indonesia dan kemampuan perusahaan di  indonesia, termasuk Telkom, untuk mendapatkan dana dengan tingkat suku bunga yang dapat dikelola.

 

  1. Demographic

PT. Telkom merupakan salah satu BUMN yang sahamnya saat ini dimiliki oleh pemerintah Indonesia (51,19%) dan oleh public sekitar 48,81%. Sebagian besar kepemilikan saham public (45,58%) dimiliki oleh investor asing, dan sisanya (3,23%) oleh investor dalam negeri. PT. Telkom juga menjadi pemegang saham mayoritas di 9 anak perusahaan, termasuk PT. Telkomsel.

 

 

 

  1. 3.      Social & Culture

PT. Telkom merupakan perusahaan telekomunikasi yang sangat bonafid. PT. Telkom juga membangun yayasan pendidikan Telkom yang terdiri dari Institut Teknologi Telkom, Institut Manajemen Telkom, Politeknik Telkom sebagai rasa pedui PT. Telkom dalam turut serta mencerdaskan dan memajukan kecerdasan bangsa.

Sebagai wujud kepedulian sosial, korporat infomedia bekerja sama dengan Badan Dakwah Islam (BDI) Infomedia menyelenggarakan program beasiswa pendidikan untuk anak-anak yatim/piatu dari golongan masyarakat tidak mampu.

Sejak budaya kerja pertama kali diperkenalkan pada tahun 2002 lalu, PT. Telkom telah mengalami perubahan nilai-nilai strategis. Lalu nilai-nilai strategis Budaya Kerja yang diterapkan itu berubah lagi mengiringi berubahnya status perusahaan PT. Telkom dari hanya sekedar PT menjadi Tbk. Hingga kini PT. Telkom Tbk menggunakan 1-3-5 sebagai budaya kerja yang harus disepakati semua karyawannya. Pola 1-3-5 itu sendiri berarti: 1 asumsi dasar, 3 nilai inti yang mencakup Customer Value, Excellent Service, Competent People. Sedangkan 5 merupakan langkah perilaku untuk memenangkan persaingan, yang terdiri atas Stretch The Goals, Simplify, Involve Everyone, Quality is My Job, Reward the Winners.

 

  1. 4.      Technology& Natural Resources    
    1. Technology

Kemajuan teknologi telekomunikasi yang cepat dan dinamis dipacu oleh meningkatnya kebutuhan konsumen. Perkembangan teknologi, layanan atau standar baru dapat secara signifikan memengaruhi bisnis Telkom. Dalam rangka memenuhi kebutuhan pelanggan, Telkom selalu mengikuti teknologi baru dalam menghadapi persaingan, Telkom perlu melakukan upgrade teknologi ke jaringan generasi baru (next generation network) yang dapat menggunakan teknologi dan layanan yang terpadu serta sekaligus meningkatkan efisiensi biaya. Selain itu, Telkom juga perlu untuk melakukan upgrade pada sistem-sistem pelayanan pelanggan untuk mendukung pertumbuhan bisnis baru dan teknologi baru dan layanan baru.

Karena cepat dan dinamisnya perkembangan teknologi saat ini dan mendatang, Telkom tidak dapat memprediksi secara akurat hasil operasi dan daya saing layanannya. Demikian pula Telkom tidak dapat menjamin bahwa teknologi yang saat ini digunakan tidak akan segera usang atau selalu mampu mengikuti perkembangan teknologi-teknologi baru di masa mendatang.

  1. Natural Resouces  ..

Untuk mengukur kinerja karyawan, PT. Telkom menggunakan Competency Based Human Resources Management (CBHRM). CBHRM telah digunakan sejak tahun 2004 yang pada awalnya digunakan untuk memotivasi karyawan dalam meningkatkan kinerjanya. Pada tahun 2009, kebijakan CBHRM telah mencakup beberapa bidang antara lain:

  • Pengembangan kompetensi ; dilakukan pemutakhiran Direktori kompetensi agar dapat mendukung aplikasi assessment tools, kemudian dilakukan juga evaluasi terhadap aplikasi assessment tools tersebut.
  • Manajemen karier, dilaksanakannya job tender  dan fit and proper test untuk posisi tertentu dengan memperhtungkan kecocokan profit.
  • Manajemen kinerja, dilakukan evaluasi dan pegembangan terhadap aplikasi assessment tools, dengan penambahan sistem pengukuran kompetensi 360’ yang keduanya ditujukan untuk membangun kompetensi dengan tujuan mengurangi penilaian semdiri dan menambah penilaian atasan.
  1. 5.      Porter’s Five Forces 

Ancaman Pendatang Baru

Pendatang baru didefinisikan sebagai pemain baru yang akan hadir dalam persaingan antar sesame industri, dalam hal ini adalah Bakrie Telecom karena sudah mendapatkan izin prinsip penyelenggaraan jaringan tetap jarak jauh.

Kekuatan Pembeli

Pembeli dalam industri adalah para calon mitra maupun mitra. Yang disebut dengan mitra disini adalah penyelenggara jaringan tetap dan bergerak.

Daya Tawar dari Supplier                             

Penjual dalam industri jasa layanan transit ini tentu saja adalah PT. Telkom yang mempunyai kapasitas untuk menyelenggarakan jasa layanan transit.

Ancaman dari Produk Pengganti

Produk pengganti dalam industri itu adalah penyelenggara jasa layanan bergerak, seperti telah diketahui, adanya perang tariff memicu tariff murah tak terkendali kemudian layanan direct dan sewa sirkit digital.

Rival yang Kompetitif

Banyak sekali pesaing yang bergelut di industri yang sama dengan perusahaan Telkom. Dengan kemajuan teknologi yang pesat akan menjadi susah bagi Telkom untuk meraup untung besar jika tidak selalu melakukan inovasi dan membuat gebrakan baru seperti apa yang telah mereka lakukan sebelumnya. Disini Rival yang kompetitif yaitu PT. Indosat dan XL.

 

III. Internal Capabilities                                                                              

  1. Leadership

Kapabilitas internal Telkom dalam dianalisis dengan menggunakan metode SWOT (Strengh, Weakness, Opportunity and Treats), dimana dua paremeter pertama akan menganalisis kondisi internal perusahaan dari sisi kekuatan yang dimiliki oleh Telkom dan kelemahan yang ada serta dua parameter berikutnya menganalisis pengaruh kondisi eksternal terhadap perusahaan dalam hal peluang dan ancaman yang diperkirakan akan dihadapi oleh Telkom.

 

Strength

Telkom adalah perusahaan telekomunikasi pertama di Indonesia dengan layanan dasar berbasis suara (voice) dengan mengunakan jaringan kabel yang ada dirumah-rumah pelanggan. Untuk membangun jaringan kabel tersebut memerlukan waktu yang lama dan biaya yang tidak murah baik untuk penggalian maupun untuk meterial tembaga yang digunakan sehingga jika diukur dengansituasi sekarang maka sulit bagi operator telekomunikasi lainya untuk membangun jaringan kabel sampai ke rumah-rumah pelanggan.

Saat ini ada 9 juta jaringan kabel Telkom yang menuju ke rumah-rumahsementara operator lain yang mempunyai hal yang sama adalah Indosat dengan 1juta jaringan kabel sedangkan Firstmedia mempunyai sekitar 300 ribu jaringankabel.

Sisa operator lainnya lebih mengandalkan kepada jaringan berbasis radio (wireless) dimana seperti diungkapkan diatas sistem wireless memiliki kelemahan khususnya dari segi kecepatan bandwidth dan kestabilan dibandingkan dengan wireline, karena wireless bersifat sharing resources sehingga apabila jumlah pengguna banyak pada satu lokasi maka kecepatannya akan semakin menurun karena bandwidth yang ada dibagi rata dengan semua pelanggan. Jaringan kabel yang sudah tergelar tersebut selama ini dipakai untuk layanan suara (telepon rumah) namun dengan kemajuan teknologi maka kabelkabel tersebut saat ini dapat digunakan untuk melayani layanan internet sampai dengan kecepatan 2 Mbps dan apabila jaringan kabel yang ada tersebut di upgrade dengan kabel serat optik maka dapat mendukung untuk layanan broadband internet hingga 100 Mbps, bandingkan dengan operator yang mengandalkan wireless maka akan kesulitan untuk mencapai kecepatan tersebut. Proses upgrade dari kabel berbahan tembaga menjadi kabel serat optik pada dasarnya tidak memerlukan izin lagi dari pemerintah daerah karena tidak ada kegiatan penggalian karena akan mengunakan jalur yang sudah ada sehingga lebih mudah. Sehingga dapat dikatakan bahwa jaringan kabel ini merupakan kekuatan terbesar dari Telkom untuk dapat memenangkan persaingan dalam industri internet

 

Weakness

Kelemahan Telkom adalah dalam hal masih kuatnya birokrasi dalam managemen dan bisnis proses yang ada sehingga untuk membahas suatu permasalahan harus dilakukan secara berjenjang sesuai dengan hirarki organisasi yang melibatkan banyak unit kerja, hal ini menyebabkan pengambilan keputusan menjadi lambat sementara disisi lain dinamika pasar yang cepat menuntut pengambilan keputusan yang cepat agar tidak kalah oleh pesaing.

Kondisi diatas dapat terjadi karena paling tidak oleh tiga hal yaitu:

  • Telkom dengan status BUMN (Badan Usaha Milik Negara) harus mengikuti kaidah-kaidah peraturan yang berlaku dalam pengambilan keputusan dimana disatu sisi baik untuk menjaga kepatuhan dan integritas namun disisi lain menyebabkan lambatnya pengambilan keputusan.
  • Dengan listing di NYSE maka Telkom juga harus mengikuti peraturan yang berlaku di USA seperti sistem pelaporan serta audit SOX (Sarbanes OxleyAct) yang menuntut sistem pengambilan keputusan yang ketat.
  • Organisasi Telkom sedemikian besarnya diseluruh wilayah Indonesia denganjumlah karyawan sekitar 25.000 sehingga menimbulkan kompleksitas dalam koordinasi.

 

Opportunity

Kesempatan Telkom untuk dapat lebih berkembang masih cukup luas karena telekomunikasi khususnya internet saat ini dan masa depan sudah menjadi kebutuhan dasar sehingga akan terus diminati oleh masyarakat dan pelanggan untuk mendukung aktivitas sehari-hari dan mendukung gaya hidup. Layanan internet yang akan berkembang khususnya adalah internet yang mempunyai kemampuan broadband dimana tidak banyak perusahaan yang mempunyai kemampuan ini. Aplikasi-aplikasi internet dimasa depan juga menuntut tersedianya bandwitdh yang besar sehingga harus didukung dengan broadband internet. Disisi lain kesempatan untuk menambah pelanggan masih terbuka karena masih rendahnya perbandingan antara jumlah penduduk dan pengguna internet sehingga membuat kesempatan Telkom untuk berkembang menambah pelanggan menjadi lebih terbuka.

 

Treats

Ancaman yang akan dihadapi oleh Telkom khususnya adalah tingkat persaingan yang akan semakin besar dengan sesama operator karena meskipun secara nasional pasar masih terbuka luas namun pada kota-kota besar dimana operator telekomunikasi terkonsentrasi seperti di Jakarta terjadi persaingan yangsangat ketat.

Ancaman lain adalah dari segi teknologi dan time to market hal ini terjadi karena perkembangan teknologi sedemikian cepat sehingga Telkom harus berhatihati dalam menginvestasikan teknologi baru karena dikuatirkan teknologi tersebut akan cepat usang dan digantikan dengan teknologi baru yang lebih baik dan lebih murah.

Demikian juga dengan time to market dimana faktor masuknya kedalam suatu wilayah akan sangat menentukan karena apabila di daerah tersebut sudahada operator lain maka akan menyulitkan dalam melakukan penetrasi pasar.

 

Analisis keunggulan kompetitif

Setelah dilakukan analisis kapabilitas internal maka dilakukan analisis untuk menemukenali keunggulan kompetitif Telkom dalam industri internet dengan mengunakan model industrial organization, resource based view dan gerilya.

  1. 2.      Current Strategy/Strategic Initiatives/Intent

Inisitif Strategi PT Telkom

Agar mampu beradaptasi dengan dinamika industri dan bisnis Perusahaan, pada tahun 2011 Telkom kembali melakukan penyempurnaan inisiatif strategi Perusahaan dengan fokus pada implementasi kerangka bisnis TIME dan penguatan konsolidasi internal Perusahaan. Upaya ini untuk mendukung transformasi menyeluruh yang meliputi organisasi, portofolio bisnis, infrastruktur dan sistem, serta budaya Perusahaan dalam rangka mewujudkan visi untuk menjadi Perusahaan yang unggul dalam penyelenggaraan bisnis TIME di tingkat regional. Dengan besarnya peluang pertumbuhan pada bisnis IME, Kami berharap kontribusi bisnis IME dapat meningkat terhadap pendapatan Perusahaan pada tahun 2015 menyusul investasi Perusahaan yang besar dalam pembangunan infrastruktur Next Generation Network (“NGN”) berbasis Internet Protocol.

Selain sebagai sumber pertumbuhan baru, bisnis IME juga merupakan enabler untuk mendukung kelanjutan dan pertumbuhan bisnis sektor telekomunikasi. Disamping itu, Perusahaan senantiasa berusaha untuk meningkatkan sinergi antara layanan telekomunikasi serta menjajaki pertumbuhan anorganik dengan berekspansi ke luar negeri, terutama ke Asia dan Timur Tengah.

Inisiatif strategis Telkom untuk tahun 2011 dijabarkan seperti berikut ini:

  1. 1.      Mengoptimalkan layanan Plain Ordinary Telephone Systems (“POTS”) dan memperkuat bisnis broadband

Inisiatif strategis ini difokuskan untuk meningkatkan efisiensi biaya serta perlambatan penurunan pendapatan, POTS sebagai salah satu layanan legacy Telkom. Selain itu dalam rangka penguatan bisnis broadband, Telkom mengedepankan strategi pertumbuhan untuk merealisasikan ‘broadband anywhere’ dan mendukung tercapainya ‘meaningful broadband’.

 

  1. 2.      Mengkonsolidasikan dan mengembangkan bisnis sambungan telepon nirkabel tidak bergerak/Fixed Wireless Access (“FWA”) serta mengelola portofolio nirkabel

Arah utama dari inisiatif strategis ini adalah peningkatan nilai dari portofolio layanan telepon nirkabel Telkom Group secara menyeluruh. Strategi ini diarahkan untuk meningkatkan nilai bisnis FWA untuk selanjutnya dikonsolidasikan dengan portofolio nirkabel lain. Inisiatif ini juga memberikan dukungan pada Anak Perusahaan Kami, Telkomsel untuk mampu menjadi pemimpin pasar seluler di Indonesia. Dalam hal ini, Telkomsel didorong untuk menerapkan ‘value-based market approach’ dan mengimplementasikan ‘segment-based approach’ untuk mempertahankan kepemimpinan pasar di bisnis seluler.

 

  1. 3.      Mengintegrasikan Solusi Ekosistem Telkom Group

Inisiatif strategis ini mengupayakan untuk mendesain solusi bagi kebutuhan pelanggan Telkom Group secara ekosistem dengan tujuan untuk menciptakan system lock-in dan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki. Solusi ekosistem merupakan solusi bisnis bagi pelanggan yang dirancang untuk membangun hubungan timbal balik atau saling ketergantungan antara Telkom sebagai penyedia layanan dengan pelanggan (termasuk individu/Usaha Kecil Menengah (“UKM”)/korporasi) dalam melakukan kegiatan usaha bersama komunitasnya. Pelanggan dari segmen ritel, UKM, Enterprise dan Wholesale dari dalam maupun luar negeri diharapkan menjadi tumpuan pertumbuhan bisnis portofolio pelanggan.

 

  1. 4.      Berinvestasi di layanan Teknologi Informasi (“TI”)

Inisiatif strategis ini merupakan arahan untuk memasuki industri TI guna melengkapi kapabilitas Telkom dalam menyediakan solusi TI guna meningkatkan performa pelanggan dari segmen ritel, Enterprise dan UKM. Melalui inisiatif ini pula, Telkom akan memasuki bisnis Premises Integration yang bertujuan untuk memperkuat hubungan dengan pelanggan kunci di segmen enterprise dan UKM. Sementara itu, pengembangan e-payment Telkom yang meliputi (APMK, Billing paymentPayment Gatewaye-Moneye-Voucher dan Remittance) diarahkan menuju single operating platform dengan mengusung brand DELIMA.

 

  1. 5.      Berinvestasi di bisnis media dan edutainment

Inisiatif strategis ini diarahkan sebagai langkah antisipasi konvergensi antara telekomunikasi, informasi, media danedutainment ke dalam industri media dan edutainment ini Telkom akan berperan sebagai content aggregator dan delivery point.

 

  1. 6.      Berinvestasi pada bisnis wholesale dan peluang bisnis internasional yang strategis

Inisiatif strategis ini mendorong pertumbuhan bisnis wholesale melalui konsep supply leading dan serta menyeimbangkan bisnis wholesale dan ritel selain itu Perusahaan juga didorong untuk mencari peluang investasi internasional yang strategis baik di sektor telekomunikasi melalui Anak Perusahaan Telin maupun di sektor IME melalui Metra.

 

  1. 7.      Berinvestasi di peluang domestik yang strategis dengan memanfaatkan aset yang dimiliki

Inisiatif strategis ini terfokus pada peluang investasi di luar TIME di dalam negeri yang salah satu tujuannya adalah optimalisasi aset Telkom Group yang ada guna mendukung realisasi pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi.

 

  1. 8.      Mengintegrasikan Next Generation Network (“NGN”) dan Operational support systemBusiness support system,Customer support system and Enterprise relations management (“OBCE”)

Inisiatif strategis ini merupakan perwujudan upaya transformasi di bidang infrastruktur menuju converged network yang akan mendukung layanan multiplay. Inisiatif ini juga merefleksikan transformasi TI sebagai enabler menuju Consolidated DataConsolidated Billing dan Integrated CRM bagi Telkom Group.

 

  1. 9.      Menyelaraskan struktur bisnis dan pengelolaan portofolio

Inisiatif strategis ini menawarkan pendekatan baru bagi pengelolaan bisnis TIME dari pilihan yang ada yaitu segmentbasedgeography based, business based dan  functional based. Telkom mengkaji lebih lanjut efektivitas dari model pengelolaan holding guna mengoptimalkan pertumbuhan portofolio TIME. Metra telah diposisikan sebagai holdingyang akan menangani portofolio bisnis TIME Telkom.

 

  1. 10.  Melakukan transformasi budaya Perusahaan

Inisiatif strategis ini mendorong percepatan transformasi budaya Perusahaan dari Telkom 135 menjadi Telkom’s 5C yang terkait dengan “Values – 5C“ yang akan diimplementasikan di seluruh jajaran Telkom Group dengan penyesuaian yang diperlukan di masing-masing Anak Perusahaan.

  1. 3.      Capabilities/Core Competencies/Distinctive Competencies
    1. Capabilities

Telkom adalah salah satu perusahaan telekomunikasi yang terbesar di Indonesia. Selain itu juga memiliki jaringan yang luas dari ujung ke ujung Indonesia. Dengan jumlah pelanggan yang juga besar dan tersebar di penjuru negeri. Telkom memiliki kemampuan yang tidak diragukan lagi dalam industri telekomunikasi di tanah air dan saat ini Telkom mengembangkan kemampuannya di bidang lain yang di nilai merupakan pasar yang menjanjikan di masa yang akan datang. Karena itu lah Telkom menambah portofolio bisnisnya. Telkom melakukan transformasi dan mengubah landscape bisnisnya menjadi TIME,Telekomunikasi,informasi,media,edutainment. Transformasi tersebut dilakukan untuk menambah kapabilitas perusahaan dan membuat perusahaan memiliki nilai lebih bagi pelanggan dan juga investor.

 

  1. Core Competencies

Core competencies yang dimiliki oleh Telkom tentu saja adalah di bidang telekomunikasi. Telkom memiliki jaringan yang sudah tersebar di seluruh wilayah indonesia untuk melayani kebutuhan bertelekomunikasi bagi seluruh pelanggannya yang tersebar di seluruh wilayah indonesia. untuk itulah, kemampuan utama Telkom di bidang telekomunikasi tidak dapat diragukan lagi. Untuk pengembangan portofolio yang dilakukan, hal itu adalah suatu value added yang di harapkan dapat menunjang kinerja perusahaan dan juga untuk menjawab keinginan pelanggan di masa yang akan datang akan layanan media dan juga edutainment.

 

  1. Distinctive Competencies

Dalam bidang Telekomunikasi, telkom tentu memliki kompetensi lebih di bandingkan dengan pesaingnya yang lain karena telkom memiliki infrastruktur jaringan yang luas dan mencakup semua wilayah di indonesia sehingga jaringan yang dimiliki cukup untuk menjadikannya unggul di bandingkan para pesaingnya. Selain itu, penambahan portofolio yang dilakukan juga akan menambah keunggulan bersaing bagi telkom karena para pesaingnya masih berkutat di sektor telekomunikasi sedangkan telkom sudah mulai mengembangkan kompetensinya ke bidang-bidang lain yang di masa depan akan menjadi lahan yang menguntungkan dan menjadi kompetensi yang membuat telkom “lebih” daripada kompetitornya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. 4.      Company Value Chain

Company value chain terdiri dari dua ketegori aktivitas yaitu aktivitas primer dan aktivitas pendukung yang masing-masing kategori tersebut merupakan integrasi dari divisi-divisi yang saling mendukung satu sama lain untuk membentuk value chain perusahaan.

Aktivitas primer dalam company value chain terdiri dari :

  1. Inbound Logistics yaitu kegiatan logistik terkait bahan baku produksi, ataupun sarana pra-produksi yang bisa berupa software,hardware dan sistem kerja yang digunakan untuk proses produksi nantinya. Di PT.Telkom inbound logistik ini sebagian di kerjakan oleh bagian di internal perusahaan, ada pula yang di serahkan ke pihak lain seperti pembangunan infrastruktur jaringan ataupun penyelenggaraan jaringan yang di serahkan kepada rekanan kerja PT. Telkom.
  2. Operation adalah kegiatan terkait proses produksi yang memproses input yang di masukkan menjadi output berupa produk atau jasa yang di jual kepada pelanggan.
  3. Outbound logistics adalah kegiatan yang berkaitan dengan penanganan barang jadi yang merupakan output dari proses produksi yang di lakukan oleh perusahaan. Biasanya aktivitas yang di lakukan adalah pergudangan produk-produk jadi, pendistribusian produk ke konsumen,dll.
  4. Marketing & sales, yaitu kegiatan pemasaran dan penjualan produk-produk hasil produksi perusahaan. Bagian ini bertanggungjawab terhadap pemasaran, mencari konsumen, mengenalkan produk kepada masyarakat, memberikan informasi yang dibutuhkan kepada masyarakat yang memerlukan penjelasan mengenai produk yang di tawarkan oleh perusahaan serta menjual sebanyak-banyaknya produk yang dimiliki oleh perusahaan. Di PT.telkom, marketing dan sales ini di lakukan oleh divisi marketing yang bekerja sama dengan agen-agen penjualan serta kantor-kantor cabang di daerah agar pemasaran dapat menjangkau semua wilayah. Pemasaran dilakukan dengan berbagai cara termasuk iklan di berbagai media massa,penjualan secara langsung ataupun yang lainnya.
  5. Service, merupakan aktivitas yang memberikan nilai lebih bagi konsumen. Di Telkom, pelayanan ini di berikan sebaik mungkin karena kepuasan pelanggan adalah suatu hal yang penting bagi industri jasa telekomunikasi. Karena itulah Telkom membangun banyak sekali unit-unit pelayan yang tersebar di berbagai wilayah yang berupa plasa telkom ataupun dalam bentuk lain.

Aktivitas pendukung terdiri dari beberapa kegiatan yang saling berkaitan, antara lain sebagai berikut:

  1. Firm Infrasturcture, kegiatan ini berkaitan dengan proses perolehan input/sumber daya. Termasuk didalamnya kegiatan Management Information System, Accounting, Operations, Financial, Human Resources Department. Jaringan intranet untuk seluruh kantor cabang juga termasuk dalam kegitan ini.
  2. Human Resource Management berkaitan dengan kegiatan pengaturan SDM mulai dari perekrutan, pelatihan, kompensasi, sampai pemberhentian. Telkom memiliki unit training human resources, yang bertanggung jawab atas pengembangan dan pelaksanaan program-program pengembangan SDM. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa SDM yang di miliki Telkom memiliki kualitas yang memadai untuk mengembangkan perusahaan.
  3. Technology, dalam divisi ini kegiatan yang dilakukan adalah untuk mengembangkan teknologi yang diterapkan di perusahaan. Salah satunya kegiatan pengembangan peralatan, software, hardware, prosedur produksi, dll. Serta antisipasi terhadap pengembangan teknologi yang dilakukan oleh perusahaan kompetitor.
  4. Procurement berkaitan dengan proses pembelian bahan baku ataupun material produksi. Terkait juga tentang dari mana supply bahan baku tersebut di dapatkan dan berapa banyak bahan baku yang di pesan tiap periode produksinya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IV. Conclusion/Remark                                                                               

PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) merupakan perusahaan penyedia jasa telekomunikasi pertama di Indonesia. Produk dan layanan yang ditawarkan Telkom terdiri dari jasa telekomunikasi, layanan teknologi informasi, dan media & edutainment.

Telkom memiliki analisis industri yaitu:

  • Kampanye politik dan pemilihan umum menimbulkan ketidakpastian politik dan sosial di indonesia. Adanya kabinet dan legislatif baru, terjadi perubahan yang dapat berdampak terhadap peraturan dan tarif telekomunikasi. Perubahan komposisi dalam Pemerintahan juga dapat merubah kebijakan atau struktur Telkom, mengingat Pemerintah adalah pemegang saham pengendali.
  • Regulasi sektor telekomunikasi yang berlaku saat ini berlandaskan pada Undang-undang Telekomunikasi no. 36/1999.
  • Dari segi ekonomi, analisi industri Telkom dipengaruhi oleh krisis ekonomi, fluktuasi nilai rupiah, dan penurunan peringkat hutang Indonesia oleh Agen Peringkat Internasional.
  • Dari segi demographic, Telkom merupakan BUMN yang sahamnya dimiliki oleh pemerintah Indonesia (51,19%) dan oleh public sekitar 48,81%. PT. Telkom juga menjadi pemegang saham mayoritas di 9 anak perusahaan, termasuk PT. Telkomsel.
  • Dari segi sosial dan budaya, Telkom membangun yayasan pendidikan Telkom untuk turut serta mencerdaskan dan memajukan kecerdasan bangsa. Telkom menggunakan pola 1-3-5 sebagai budaya kerja yang harus disepakati semua karyawannya.
  • Dalam rangka memenuhi kebutuhan pelanggan, Telkom selalu mengikuti teknologi baru dalam menghadapi persaingan, Telkom perlu melakukan upgrade teknologi ke jaringan generasi baru (next generation network) yang dapat menggunakan teknologi dan layanan yang terpadu serta sekaligus meningkatkan efisiensi biaya.
  • Untuk mengukur kinerja karyawan, PT. Telkom menggunakan Competency Based Human Resources Management (CBHRM).

Telkom juga memiliki kapabilitas internal yang dianalisis menggunakan metode SWOT (Strengh, Weakness, Opportunity and Treats). Strengh dan weakness digunakan untuk menganalisis kondisi internal yang dimiliki perusahaan Telkommeter. Opportunity dan Treats digunakan untuk menganalisis pengaruh kondisi eksternal terhadap perusahaan Telkom. Setelah dilakukan analisis kapabilitas internal maka dilakukan analisis untuk menemukenali keunggulan kompetitif Telkom dalam industri internet dengan mengunakan model industrial organization, resource based view dan gerilya.

 

Agar mampu beradaptasi dengan dinamika industri dan bisnis perusahaan, Telkom melakukan penyempurnaan inisiatif strategi perusahaan dengan fokus pada implementasi kerangka bisnis TIME dan penguatan konsolidasi internal perusahaan. Inisiatif strategis Telkom untuk tahun 2011 dijabarkan seperti berikut ini:

  1. Mengoptimalkan layanan Plain Ordinary Telephone Systems (“POTS”) dan memperkuat bisnis broadband
  2. Mengkonsolidasikan dan mengembangkan bisnis sambungan telepon nirkabel tidak bergerak/Fixed Wireless Access (“FWA”) serta mengelola portofolio nirkabel
  3. Mengintegrasikan Solusi Ekosistem Telkom Group
  4. Berinvestasi di layanan Teknologi Informasi (“TI”)
  5. Berinvestasi di bisnis media dan edutainment
  6. Berinvestasi pada bisnis wholesale dan peluang bisnis internasional yang strategis
  7. Berinvestasi di peluang domestik yang strategis dengan memanfaatkan aset yang dimiliki
  8. Mengintegrasikan Next Generation Network (“NGN”) dan Operational support systemBusiness support system,Customer support system and Enterprise relations management (“OBCE”)
  9. Menyelaraskan struktur bisnis dan pengelolaan portofolio
  10. Melakukan transformasi budaya Perusahaan

Di dalam menghadapi pesaing Telkom memiliki kemampuan, yaitu:

  1. Capabilities Telkom memiliki jaringan yang luas dari ujung ke ujung Indonesia. Telkom melakukan transformasi dan mengubah landscape bisnisnya menjadi TIME, (Telekomunikasi,informasi,media,edutainment) untuk menambah kapabilitas perusahaan dan membuat perusahaan memiliki nilai lebih bagi pelanggan dan juga investor.
  2. Core competencies yang dimiliki oleh Telkom adalah di bidang telekomunikasi.
  3. Distinctive Competencies, Telkom tentu memliki kompetensi lebih di bandingkan dengan pesaingnya yang lain karena telkom memiliki infrastruktur jaringan yang luas dan mencakup semua wilayah di indonesia. Penambahan portofolio yang dilakukan juga akan menambah keunggulan bersaing.

Company value chain terdiri dari dua ketegori aktivitas yaitu aktivitas primer dan aktivitas pendukung yang masing-masing kategori tersebut merupakan integrasi dari divisi-divisi yang saling mendukung satu sama lain untuk membentuk value chain perusahaan. Aktivitas primer dalam company value chain terdiri dari inbound logistics, operation, outbound logistics, marketing & sales, dan service. Aktivitas pendukung terdiri dari beberapa kegiatan yang saling berkaitan, yaitu firm infrasturcture, human resource management, technology, dan procurement.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Welcome to Blog IM Telkom. Start blogging and share your views and ideas!

Posted in Uncategorized | 1 Comment